Book Review: Prisoner of Geography

Judul Buku     : Prisoners of Geography
Penulis            : Tim Marshall
Penerbit         : Elliot and Thompson
Tahun              : 2016
Jumlah Hal.    : xvi + 303

prisoners-of-geography.jpg

Sudah lama saya tidak membaca sesuatu tentang Geopolitik. Mungkin setelah melulusi mata kuliah Geopolitik pada tahun 2012 saya tidak pernah lagi membaca tentang itu. Pada saat mencari-cari buku di Waterstone dekat UCL mata saya langsung tertuju pada satu meja dimana meja-meja tersebut adalah tempat buku yang sedang diskon. Pada saat melihat koleksi buku-buku itu saya mendapati buku Prisoners of Geography dengan lanjutan ten maps that tell you everything you need to know about global politics, tanpa berpikir panjang langsung saja saya ambil buku tersebut.

Prisoners of Geography akan membuka wawasan pembacanya tentang pentingnya kondisi geography suatu negara sehingga akan menentukan bagaimana politik luar negeri negara tersebut selanjutnya. Di era sekarang dimana banyak orang yang mengatakan bahwa batas antar negara sudah kabur, jika melihat dengan pandangan dari geopolitik tentunya ini tidaklah sepenuhnya benar. Batas negara yang natural adalah contoh yang dapat dilihat, negara yang dipisahkan dengan pegunungan seperti India-Tiongkok dan Cile-Argentina tentu mempengaruhi sejarah dan kerja sama bilateral negara tersebut.

Buku ini membahas berdasarkan wilayah-wilayah, wilayah-wilayah yang dibahas ialah Russia, Tiongkok, Amerika Serikat, Eropa Barat, Afrika, Timur Tengah, India dan Pakistan, Korea dan Jepang, Amerika Latin, dan Kutub Utara. Namun dengan banyaknya wilayah tersebut tidak semua negara-negara yang ada dapat dibahas dalam buku ini. Wilayah yang dibahas negara yang telah menarik perhatian masyarakat international selama 3 dekade terakhir.

Rusia sebagai negara dengan wilayah terluas yang mempunyai 11 zona waktu berbeda dan berada di bagian utara dunia mempunyai sejumlah permasalahan atas kondisi geografinya. Kondisi geografi Rusia adalah salah satu permasalahan yang rumit dihadapi. Kondisi wilayah Rusia secara umum merupakan dataran yang dinamakan Dataran Eropa dan Dataran Siberia Barat, kedua dataran tersebut dipisahkan oleh Pegunungan Ural dari batas selatan hingga batas utara Rusia. Dataran ini merupakan ancaman atas keamanan Rusia, oleh karena itu Rusia dengan agresif berusaha untuk mengambil wilayah Ossetia Selatan dan Crimea Ukraina, juga berusaha agar Polandia tetap dibawah pengaruh Rusia. Ketiga wilayah tersebut sangatlah penting demi menjaga keamanan atas ancaman negara-negara barat. Ossetia Selatan dan Polandia merupakan halangan alam terakhir bagi pasukan yang ingin menginvasi Rusia. Jika berhasil melewati kedua wilayah tersebut maka sudah tidak ada halangan yang berarti lagi untuk menuju Moscow karena hanya dataran saja hingga sampai ke kota tersebut.

Harapan Rusia untuk menjadi negara adidaya sangat sulit dicapai dengan adanya permasalahan akses atas laut. Rusia mendapatkan kendala yang serius dalam mengelola pelabuhannya. Pelabuhan di sebelah utara hanya dapat beroperasi selama 3 bulan dalam satu tahun. Pelabuhan terbesar Rusia berada di Vladivostok, bagian Rusia yang berbatas langsung dengan Korea dan Jepang sedangkan pelabuhan yang berada di selatan Rusia mempunyai hambatan sendiri karena aksesnya.

Lain halnya dengan Tiongkok, sebagai negara yang bangkit dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat, Tiongkok telah berusaha untuk mengamankan perbatasan disekitarnya yang juga diklaim dengan negara lain.

Tiga sungai besar yang berada di Tiongkok yakni Sungai Kuning, Sungai Mekong, dan Sungai Yangtze mempunyai peran penting dalam peradaban masyarakat Tiongkok. Ketiga sungai ini tidak hanya mensuburkan tanah disekitranya namun juga digunakan untuk transportasi barang-barang. Sangat pentingnya sungai yang berada di Tiongkok ini, dua sungai terbesar di Tiongkok yaitu Sungai Kuning dan Sungai Yangtze dibuatkan Grand Canal yaitu sungai buatan manusia yang mehubungkan kedua sungai untuk kepentingan kesejahteraan ekonomi.

Tiongkok mempunyai beberapa perbatasan dengan negara yang mempunyai kekuatan besar didunia sekarang ini dan beberapanya ialah Jepang, Rusia, dan India. Tiongkok dan India mempunyai sedikit pengalaman perang, hal itu disebabkan adanya natural border yaitu pegunungan Himalaya. Dengan adanya natural border ini, hubungan Tiongkok dan India tidak terlalu mengkhawatirkan, perbedaan Tiongkok dan India hanya pada wilayah Himalaya dimana terdapat sumber air sungai Mekong dan sumber mata air dan ini juga menjadikan wilayah Himalaya sebagai water tower Tiongkok.

Berbeda halnya dengan perbatasan Jepang dan negara-negara Asia Tenggara. Laut China Selatan dan Laut China Timur mempunyai permasalahan yang cukup rumit beberapa dekader terkahir. Tiongkok memandang pentingnya Laut China Selatan sebagai wilayah yang strategis karena merupakan jalur perdagangan Internasional dan akan menjadi lebih strategis lagi jika Tiongkok menguasainya jika dalam keadaan perang, terlebih lagi terdapat sumber daya alam di kepulauan Paracel dan juga kepulauan Spartly. Sedangkan Laut China Timur ***

Amerika Serikat sekarang terdiri dari bekas-bekas wilayah penajajahan dan membeli wilayah dari tetangganya. Pada abad 19 ketika kerajaan Inggris telah pergi Perancis menyerahkan Lousiana. Di Eropa, Spanyol kualahan berperang dengan Napoleon dan berdampak pada penyerahaan Flordia ke AS. Di abad 19 juga AS membeli California dan Texas dari Meksiko pada masa pemerintahan Presiden James Monroe. Akhir abad 19 AS membeli Alaska dari Rusia, pada saat itu AS hanya membeli dataran luas yang terdiri dari es dan salju.

AS terbagi menjadi 3 bagian yang dipisahkan oleh pegunungan Appalachian dan Pegunungan Rocky. Cabang sungai Missisipi sangat besar, bahkan dapat mengairi seluruh wilayah AS bagian tengah yang berada di antara Appalachian dan Pegunungan Rocky, tidak hanya untuk pengairan sungai ini juga dapat dijadikan untuk transportasi barang-barang yang ada dan sungai ini bermuara di Teluk Meksiko. Perkembangan dari Amerika Serikat ditanah sendiri tidak banyak dibicarakan, yang dikawal ialah perkembangan terhadap kebijakan Amerika Serikat dalam konstalasi politik global seperti adanya armada angkatan laut di Arab Saudi, Jepang, dan Jerman. Militer Amerika Serikat hadir di Jerman dan Jepang karena perjanjian Perang Dunia II dan menjamin kemananan

Benua Afrika mempunyai tantangan tersendiri terhadap kondisi geografinya. Sungai yang merupakan hal penting dalam sejarah perdagangan masing-masing benua atau negara seperti yang sudah disebutkan sebelumnya tidak berpihak ke benua Afrika. Hampir keseluruhan sungai yang berada di Afrika tidak dapat gunakan untuk berdagang. Sungai-sungai tersebut memang dapat digunakan untuk kapal besar namun sungai-sungai tersebut tidak terhubung. Tidak terhubungnya sungai tersebut juga memberikan dampak kepada putusnya hubungan sosial penduduk yang berada di Afrika yang mengakibatkan banyaknya suku, dan berbagai macam budaya dan bahasa.

Pentingnya sungai untuk peradaban tidak hanya untuk perdagangan saja. Sungai juga merupakan sumber air bersih untuk negara-negara Afrika, yang sebagian besar mempunyai iklim Tropis. Permasalahan Ethopia dan Mesir dalam mengelola aliran sungai Nile, serta masuknya investor dari Tiongkok membuat masalah ini semakin pelik. Tiongkok membangun bendungan untuk Ethopia sebagai sumber energi dan juga menjadi cadangan air. Tetapi dengan dibangunnya bendungan tersebut, jelas aliran Sungai Nil yang melewati Ethopia berkurang. Hal ini tentu menjadi masalah bagi pemerintah Mesir.

Perbatasan negara-negara di Afrika bermula dari penjajahan oleh bangsa Eropa. Mereka membuat map dan menarik garis, guna mengidentifikasi bagaimana kekuasaan telah berkuasa, pasukan militer, dan para pebisnis telah mengeksplorasi wilayah yang ada di map dan bagaiaman kondisi masyarakat merasa hidup diwilayahnya. Hal tersebut membuat banyak penduduk Afrika merasa terpenjara oleh kondisi geography nya akibat bagi-bagi lahan yang dilakukan oleh para penjajah Eropa.

Mesopotamia, sebutan untuk tanah diantara dua sungai yakni Euphrates dan Tigris. Negara-negara yang berada diantara atau menyentuh dua sungai tersebut ialah Israel, Jordan, Suriah, Iraq, Kuwait, Oman, Yemen dan sebagian besar Arab Saudi.

Saat Kekairasan Ottoman mulai hancur, pemerintah Inggris dan Perancis mempunyai ide yang berbeda melihat kehancuran tersebut. Perbedaan tersebut disatukan dengan perjanjian dibagi duanya wilayah utara-selatan. Wilayah bagian utara dikuasai oleh Perancis dan Inggris meng-hegemoni wilayah Selatan ketika Ottoman telah hancur. Perjanjian kedua negara tersebut kemudian disebut Sykes-Picot (nama belakang diplomat Perancis dan Inggris). Kedua negara tersebut menjanjikan kemerdekaan kepada masing-masing kepala suku tetapi tidak menjalankannya. Salah satu akibat munculnya ekstrimisme dan kekerasan dibekas wilayah tersebut tidak lain karena tidak ditepatinya janji kedua negara ini.

Permasalahan Israel juga mengambil peran penting dalam dinamika Timur Tengah. Pada abad 20, pemerintah Inggris mendukung agar terbentuknya Tanah Air Yahudi di wialayh Palestina dan membeli tanah dari negara-negara Arab. Setelah Perang Dunia Kedua dan kejadian Holocaust, para Yahudi semakin banyak mengungsi di wilayah tersebut dan akhirnya hubungan antar Yahudi dan Arab mencapai titik puncak, merasa tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut pemerintah Inggris menyerahakan ke PBB pada tahun 1948. PBB mempuyai solusi untuk membagi dua wilayah tersebut, para Yahudi setuju tetapi bangsa Arab sependapat menolak. Ternyata Mesir, Jordan, dan Suriah masih menganggap bahwa wilayah yang diduduki oleh Palestina merupakan wilayah masing-masing negara tersebut. Ketika memang Yahudi dan Israel telah tiada maka wilayah tersebut akan di klaim oleh negara-negara yang berbatasan langsung. Oleh karena itu negara-negara yang menerima pengungsi Palestina tidak memberikan kewarganegaraan terhadap para pengungsi tersebut dan tetap mencapnya sebagai pengungsi walaupun telah mempunyai keturunan.

Dataran Asia Selatan mempunyai keunikan sendiri dalam upaya penguasaan wilayah tersebut. India, Pakistan, dan Bangladesh tidak pernah secara penuh dikuasai oleh upaya penajajahan, bahkan New Delhi tidak sepenuhnya menguasai India dan Islamabad tidak sepenuhnya juga menguasai Pakistan. Muslimlah yang paling dekat untuk menghubungkan seluruh sub-kontinen, tetapi Islam tidak pernah melewati batas perbedaan linguistik, agama, dan budaya.

Pada saat diumumkannya Inggris akan pergi dari India, India terbagai menjadi dua bagian (tiga bagian ketika Pakistan Timur menjadi Bangladesh). Para penganut Islam yang ada di India bermigrasi ke Pakistan, dan penganut Hindu yang ada di Pakistan bermigrasi ke India. Hal tersebut membuat kepanikan yang berlebihan hingga menyebabkan korban hingga juta-an. Inggris melakuan cuci tangan terhadap negara kejadian yang dialami bekas jajahannya tersebut.

Pakistan mewarisi permasalahan perbatasan India dan Afghanistan dan jelas ini merupakan masalah bagi perkembangan Pakistan yang sedang bersaing secara terang-terangan dengan India. Pakistan jelas lebih lemah dari segi geography, militer, dan demography dari India. Tetapi Pakistan lebih terkonsolidasi karena mempunyai sejarah Islam yang diktator, sehingga masyarakatnya loyal.

Wilayah Kashmir bukan hanya soal kebanggaan bangsa India dan Pakistan saja, tetapi Kashmir memiliki nilai strategis. Dalam prespektif India menguasai Kashmir maka membuka jalan untuk negara-negara Asia Tengah dan juga memutus hubungan antar Pakistan dan Tiongkok. Dilain pihak ketika Kashmir dikuasai oleh Pakistan maka Islamabad mempunyai keunggulan dalam politik luar negeri dibandingkan India. Tidak hanya itu Pakistan juga menguasai sumber air dan praktis mengamankan cadangan air bersih Pakistan. Sungai Indus yang berasal dari Tibet, Himalaya mengalir menembut Kashmir sebelum masuk ke Pakistan dan bermuara di Laut Arab di wilayah Karachi.

Sungai Indus mempunyai peran yang sangat penting dalam hal penyediaan air bersih, air tersebut digunakan oleh 2/3 penduduk, industri kapas, dan banyak lagi. Ketika sungai Indus tidak lagi menyupply air, maka industri Pakistan yang sedang berusaha akan hancur. India-Pakistan sepakat untuk membagi keuntungan penggunaan sungai Indus ini, tetapi mereka berdua tahu bahwa populasi mereka sedang meningkat dengan sangat cepat dan akan menjadi masalah dikemudian hari. Ketika ada upaya menganeksasi wilayah Kashmir maka hal upaya tersebut telah sukses untuk memicu full scale war.

Korea mempunyai pengalaman pahit semasa sebelum Perang Dingin. Serangan dari yang dilakukan oleh Mongol membuat Korea harus bertahan dan menutup diri dan fokus untuk melindungi dirinya, namun upaya tersebut tidak menampung hasrat Jepang untuk menguasai selutuh semananjung Korea pada tahun 1910.  Saat Jepang menyerah pada Perang Dunia II, AS hanya fokus terhadap Jepang, dan tidak memikirkan jangka panjang nasib Korea. Memasuki Perang Dingin, Komunis Uni Soviet dan Tiongkok melindungi wilayah utara semenanjung Korea dan AS melindungi wilayah selatan, selajutnya mereka disebut Democratif People of Korea dan Republic of South Korea.

Persteruan panjang akibat Perang Dingin hingga kini membuat negara tersebut saling tegang. Korea Utara jelas unggul karena mempunyai Nuklir dan jarak dari Demilitary Zone (DMZ) dan Seoul hanya 56 km. Artinya Korea Utara dapat melepaskan 500.000 peluru artileri dalam sejam setelah konflik dimulai, dan itu pastinya sangat menghancurkan ibu kota Korea Selatan tersebut.

Masyarakat Jepang mempunyai budaya maritim yang kuat tidak lain karena berada di wilayah kepualuan. Jepang terdiri dari empat pulau besar. Wilayah dataran Jepang sangat kurang, dan hanya banyak pegunungan, wilayah yang dapat digunakan untuk pertanian hanya sebanyak 13% sehingga memaksa para penduduk Jepang untuk berprofesi sebagai pelaut. Akibat dari Perang Dunia II, Jepang hanya boleh memiliki kekuatan militer untuk bertahan. Konflik perbatasan Tiongkok – Jepang yaitu kepulauan Senkaku (yang sebenarnya hanya bebatuan dan karang) diungguli oleh Tiongkok.

Amerika Latin dimulai dari Meksiko hingga ke selatan dari benua tersebut. Negara-negara Amerika Latin dikatakan akan bangkit sebagai negara besar dan akan mempunyai pengaruh ke politik global. Tetapi sebelum hal tersebut terjadi, negara-negara di Amerika Latin mempunyai masalah dengan perbatasannya masing-masing. Permasalahan perbatasan antar Bolivia dan Chile, dimana pada tahun 1879 terjadi perang diantara kedunya hingga berujung Bolivia kehilangan wilayah yang cukup besar dan aksesnya ke laut dan menjadi negara landlock. Hingga kini hubungan  Bolivia dan Chile selalu menjadi ingatan yang perih di masyarakat kedua negara tersebut. Permasalahan yang lain ialah wilayah Belize yang diklaim Guetamala akibat ulah penjajahan Inggris yang menarik lurus perbatasan tersebut. Dan masih banyak lainnya.

Sama halnya dengan benua lain, sungai merupakan bagian penting dalam pembangunan. Tetapi nasib sungai-sungai di Amerika Latin sama halnya dengan Afrika. Sungai Amazon memang besar dan dapat melakukan pelayaran, namun wilayah pinggiran sungai berlumpur sehingga sulit untuk membangun pelabuhan.

Terusan Panama adalah salah satu terusan yang sangat penting untuk negara-negara benua Amerika, sama halnya dengan Terusan Suez. Jalur international ini dijaga oleh Marinir AS dan Panama. Tiongkok pun merasa bahwa Terusan ini penting, namun sedemikian pentingnya malah menjadi ancaman terhadap perdagangan Tiongkok. Oleh karena itu pemerintah Tiongkok yang didukung oleh pengusaha dari Hongkong berusaha untuk membangun Nicaragua Grand Canal yang diestimasi selesai pada tahun 2020. Selesainya terusan ini maka perdagangan Tiongkok tidak tergantung lagi oleh Terusan Panama.

Wilayah Artic menjadi penutup buku ini. Akibat Global Warming, wilayah ini dapat dilewati kapal-kapal untuk melakukan transaksi. Artic menjadi salah satu wilayah yang sangat tegang pada masa Perang Dingin. Di wilayah inilah banyak pasukan Uni Soviet diketahaui berlayar baik dengan dengan kapal maupun kapal selam. Wilayah Artic memangkas banyak jarak antar Uni Soviet, Amerika Serikat, dan Eropa. Dan NATO mendeklarasikan sebagai Kill Zone.

Tim Marshall mempunyai gaya penulisan yang sangat mudah untuk dipahami bahkan untuk orang yang mempunyai kemampuan bahasa inggris tidak terlalu advance. Buku ini jelas tidak mendalami satu permasalahan yang ada, namun berupaya untuk merangkum permasalahan besar yang ada dialami dunia saat ini. Buku yang mempunyai sepuluh bab yang masing-masing membahas wilayah yang berbeda-beda. Marshall sendiri mengutarakan pendapatnya tentang bagaimana Tiongkok sebagai negara dan peradaban berusaha bangkit dan mempunyai usaha membangun dirinya menjadi negara Adidaya.

Hadirnya map-map diawal bab membuat para pembaca dimudahkan untuk mengerti permasalahan yang ada. Buku ini juga mengantar Anda akan pentingnya gunung, sungai, dan laut. Dalam perkembangan teknologi kondisi-kondisi geografi terkadang dinomor duakan padahal kondisi geografi lah yang membuat sebuah negara unggul ataupun terpuruk. Sungai misalnya, diseluruh wilayah yang dibahas dalam buku ini, sungai mempunyai peran penting dalam peradaban tidak terkecuali. Dataran, negara sebesar Rusia pun masih tunduk atas kondisi geografinya sehingga melakukan aneksasi terhadap Osettia Selatan dan Crimea, dan lain-lain.

Sayang nya buku ini tidak membahas Asia Tenggara secara khusus (terlepas ini adalah wilayah saya lahir dan tinggal), dan hanya dibahas pada bab Tiongkok. Asia Tenggara sekarang telah menjadi emerging power. Walaupun organisasi regionalnya memiliki kekuasaan yang sangat sedikit namun negara-negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Philipina mempunyai peran penting dalam politik global.

Buku ini juga mempunyai referensi sangat banyak untuk para mahasiswa S1 ilmu hubungan international atau yang tertarik dibidangnya, terutama untuk yang tertarik dalam geopolitik, keamanan, dan strategic study.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s